Showing posts sorted by date for query album. Sort by relevance Show all posts

A Will adalah album studio kedelapan oleh band rock Jepang bernama Luna Sea. Album ini dirilis pada tanggal 11 Desember 2013. Ini adalah ...


A Will adalah album studio kedelapan oleh band rock Jepang bernama Luna Sea. Album ini dirilis pada tanggal 11 Desember 2013. Ini adalah album pertama mereka dengan materi baru sejak tiga belas tahun yang lalu. Luna Sea aktif kembali pada tahun 2010 setelah bubar pada 2000. Album ini berhasil duduk di nomor 3 pada Oricon Albums Chart dan Billboard Jepang. Berikut adalah beberapa komentar personil tentang lagu-lagu di album ini:

Berbicara tentang lagu pembukanya, "Anthem of Light", Sugizo berkomentar, "Ini memang masa-masa liar, tetapi tidak ada alasan untuk melepaskan energi negatif hanya karena itu; kami membuat lagu ini dengan pemikiran bahwa justru karena kita hidup di dunia kita saat inilah, kita jadi imemerlukan musik rock sebagai peembawa cahaya."

Selain itu, Sugizo percaya tidak ada alasan bagi Luna Sea untuk memberikan pesan politik dalam lagunya. Mereka hanya menciptakan musik yang akan "merangsang imajinasi pendengar."

Di sisi lain, J merasa bahwa "Anthem of Light" adalah jawaban untuk lagu mereka sebelumnya, "Into the Sun". Keduanya memiliki ritme dan ketukan yang mirip. J menulis "Glowing", yang berfokus pada "keseksian" musik rock, yang istimewa untuk Luna Sea saat ini. J juga mengatakan bahwa meskipun itu adalah lagu yang sederhana, band ini mengerjakannya selama berbulan-bulan.

Baik "Maria" dan "Gin no Tsuki" pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 di konser terpisah di Tokyo Dome sebagai bagian dari tur dunia reuni Luna Sea. Padahal lirik dan aransemennya telah direvisi, kemudian judulnya diubah dari "Days of Repetition".

Versi album dari lagu "Ran" sedikit berbeda dari single cutnya.

Sugizo menggambarkan lagu "Metamorphosis" sebagai "karya progresif dalam bentuk hardcore.hardcore/speed metal" di mana permainan drum Shinya bersinar. Sugizo juga menyamakannya dengan lagu-lagu mereka sebelumnya seperti "Fate" dan "In Future".

J mengatakan bahwa bagian string di akhir lagu terakhir "Grace" menghubungkan kembali ke lagu pertama di album ini.

No.TitleLength
1."Anthem of Light" (Originally composed by J.)4:16
2."Rouge" (Originally composed by Sugizo.)4:29
3."The End of The Dream" (Originally composed by J.)4:00
4."Maria" (Originally composed by Inoran.[11] Originally written by Inoran and Ryuichi.)5:28
5."Glowing" (Originally composed by J.)4:27
6."Ran (「乱」, romanized as "Run" by the band)" (Originally composed by Sugizo.)4:28
7."Absorb" (Originally composed by Inoran.[5])6:18
8."Metamorphosis" (Originally composed by Sugizo.)5:47
9."Gin no Tsuki (銀ノ月)" (Originally composed by Sugizo.)5:32
10."Thoughts" (Originally composed by Inoran.)4:04
11."Grace" (Originally composed by J.)5:11

P.S. Sudah lama sekali saya tidak mendengarkan lagu-lagu Luna Sea. Tapi ada satu lagu versi cover yang berkesan dari Luna Sea yang sering saya putar, yaitu True Blue. Sangat menarik melihat True Blue dibawakan dalam balutan melodic death metal oleh Blood Stain Child di video ini:

Image source: http://www.cdjapan.co.jp Tracklist ======= 1. "Déjàvu"  ( Mucc ) 5:37 2. "Sweetest Coma Again"  (...



Image source: http://www.cdjapan.co.jp

Tracklist
=======
1."Déjàvu" (Mucc)5:37
2."Sweetest Coma Again" (Abingdon Boys School)5:31
3."Storm" (Nami Tamaki)4:54
4."Precious..." (Merry)4:39
5."Rosier" (High and Mighty Color)4:44
6."I for You" (Juichi Morishige of Ziggy)5:16
7."In My Dream (With Shiver)" (LM.C)5:24
8."End of Sorrow" (Yu-Ki & DJ Koo of TRF)4:56
9."Love Song" (Kannivalism)7:17
10."Shine" (Marty Friedman Vs. Legend Feat. Shinichiro Suzuki)4:10
11."Wish" (Sid)4:36
12."Moon" (Masami Tsuchiya)

Luna Sea Memorial Cover Album -Re:birth- adalah sebuah Luna Sea tribute album yang dirilis pada tanggal 19 Desember 2007. Album ini mengoleksi cover version dari lagu Luna Sea yang dibawakan oleh beragam artis. Perilisan album ini beriringan dengan one-night reunion concert Luna Sea pada malam Natal di tanggal 24 Desember 2007.

Di sini saya bakal bahas beberapa lagu yang cukup memorable. Album ini dibuka oleh vokal husky dari Mucc yang sangat menghibur untuk sing-along. Di lagu kedua, Takanori Nishikawa dan band Abingdon Boys School masih mengandalkan aransemen alternative rock dan electronica dengan progresi akor non-linearnya. Kannivalism mempunyai pendekatan unik pada Love Song. Efeknya terasa post-rockish dengan distorsi. Karakteristiknya vokalnya sangat kontras dengan versi original meskipun terdapat atmosfir gloomy di lagunya.

Sang diva Nami Tamaki membawa badai tersendiri pada lagu Storm. Tentu sentuhan baru terasa karena kali ini Storm dibawakan dengan vokal perempuan. Lagu ini punya build up yang kuat dan tenaga yang cukup. Efek elektroniknya benar-benar pas dengan vokal Nami Tamaki yang sengaja tidak terlalu lantang.

Pendengar album ini dibuat rehat sejenak dengan sebuah heartwarming ballad dari Juichi. Personil Ziggy ini sukses memberikan chill dan feel dari lagu I For You. Sementara itu LM.C masih tetap dengan pakem oshare kei, mereka menambahkan autotune di lagu yang mereka bawakan.

Shine telah menjadi salah satu Luna Sea yang paling ceria untuk dimainkan. Marty Friedman VS Legend feat. Shinichiro Suzuki sukses membawakan ini dengan ketenangan yang sejuk. Kalau kalian suka lagu ini, amber gris juga mengcovernya di album kompilasi Crush! 2 -90's V-Rock Best Hit Cover Songs-.

Salah satu track yang paling menonjol di album ini adalah Rosier. H&M Color pada masanya benar-benar membuat lagu ini jadi milik mereka. Lihat saja gaya musiknya dari screaming vocal di awal dan akhir lagu, dipadu  clean vocal yang manis di bagian reff. Menarik juga bagaimana mereka menggunakan breakdown berbeda dari versi original. Tahun 2012, lagu ini dicover oleh defspiral di album Crush! 3 -90's V-Rock Best Hit Cover LOVE Songs-.

Mesin Tempur on stage. Sudah seminggu sejak Sonic Fair 2017. Event metal ini bisa dibilang versi kecil dari Hammersonic. Dengan lineup ...

Mesin Tempur on stage.
Sudah seminggu sejak Sonic Fair 2017. Event metal ini bisa dibilang versi kecil dari Hammersonic. Dengan lineup yang kebanyakan diisi oleh band-band yang sangat brutal, pengunjung seharusnya bisa dipuaskan dengan keberisikan yang mereka harapkan.

Masuk ke dalam venue event bukanlah pilihan bijak jika kamu ingin bebas keluar-masuk saat event berlangsung. Pasalnya, tiket event ini hanya berlaku satu arah. Artinya, sekali berada di dalam, kamu tidak akan bisa keluar lagi. Sungguh disayangkan. Aturan tiket ini salah satu aturan terkonyol dan tertolol yang bisa mereka tawarkan. Para pengunjung pun banyak yang kecewa dengan hal ini. Band favorit mereka yang ternyata main di malam hari terpaksa mereka tinggalkan demi keluar.

Tapi tunggu, aturan tiket ini mungkin bukan tanpa alasan. Mengingat venue kali ini berada di sebuah pusat pelatihan militer, rasanya cukup wajar jika panitia lebih ketat dengan urusan keluar-masuk. Berikut adalah foto-foto di dalam venue.






Mesin Tempur dan segala penonton yang menyangga
Ah. Mesin Tempur. Band yang sangat kontroversial atas kata-kata mereka yang vulgar. Aksi panggung mereka apalagi, banyak lelucon-lelucon slapstick yang kasar dan mengocok perut para penonton. Jangan repot-repot menghitung berapa kata "Anjing", hinaan fisik, dan lempar-lemparan yang mereka lontarkan selama bermain dalam kostum bertopeng tengkorak. Lagu-lagu jagoan mereka seperti "Becak Tiguling", "Mari Membaca" dan "Aku Death Metal" berhasil memanaskan suasana penonton yang rela berdesak-desakan.

DeadSquad on stage
DeadSquad mengguncang panggung utama dengan lagu "Pasukan Mati" yang sudah familier di antara penggemar karena memang begitulah sebutan bagi fans mereka. Sound yang mereka hasilkan sangat menggelegar meski terlalu tinggi pada bass. Penampilan DeadSquad ditutup dengan manis oleh lagu "Manufaktur Replika Baptis" yang sangat teknikal dan seru.


Revenge The Fate on stage
Band ini sudah malang-melintang sejak lama berkiprah dalam genre deathcore di Indonesia sejak lagunya yang berjudul "Poseidon" dan "Ambisi". Perkembangan aksi panggung mereka pun meningkat pesat sejak mereka meninggalkan clean vocal secara bertahap. "Pembalasan" dibawakan dengan penuh energi sampai-sampai RTF Colony yang berada di garis depan asyik headbang bersamaan sambil mengibarkan spanduk. Memang terkenal solid fans mereka ini. Hampir di setiap konser, fans-nya selalu merangkul orang di samping mereka untuk headbang bersama, tak peduli siapapun orangnya.


Beside on stage
Sudah 20 tahun band ini eksis. Penampilan mereka dibuka selepas maghrib dengan sebuah track interlude di album "Eleven Heroes" yang berjudul "Reborn". Beside kemudian berhasil mengajak penonton melakukan wall of death dan berujung pada circle pit yang cukup megah dalam balutan lumpur. Ide ini bisa dibilang cukup gila karena kondisi lapangan yang basah dan licin. Kamu bisa saja jatuh dan cedera di sana, tapi sang vokalis senantiasa mengimbau untuk saling membantu jika ada yang jatuh.
Alunan melodic death metal yang mereka bawakan baru terdengar segar dalam lagu debut mereka yaitu "Aku Adalah Tuhan". Sebelumnya mereka sempat pula membawakan beberapa lagu dari "Eleven Heroes", salah satunya adalah "Spirit In Black" yang bisa jadi masih terngiang di telinga penonton.



Rocket Rockers on stage. 
Aska sebagai frontman nampaknya sudah piawai menggiring penonton ke arah yang positif untuk mereka. Banyak nilai-nilai yang disampaikan Rocket Rockers yang seiring dengan lagu mereka. . Contohnya, lagu "Ingin Hilang Ingatan" yang liriknya sempat diubah menjadi "dia yang ada duitnya" alih-alih "dia yang ada segalanya." Aska dengan lantang berteriak, "Fuck untuk kalian teman-teman yang cinta hanya karena uang!"
Di lagu lain seperti "Mimpi Menjadi Sarjana", Rocket Rockers mendoakan teman-teman penonton yang belum lulus agar cepat dapat gelar sarjana. Sungguh mulia. Salah satu lagu terakhir yang mereka bawakan adalah "Dia", dibawakan dengan upbeat namun mendayu-dayu. Mereka juga sempat memadukannya dengan cover medley sebuah lagu Linkin Park dan Soundgardern untuk mengenang Chester Bennington dan Chris Cornell.

Seringai on stage
Dad stoner metal. Itulah yang terbayang jika mendengar tentang band yang satu ini. Arian Arifin yang selalu murah senyum sangat mewakili Seringai. Lineup mereka diperkuat oleh gitaris Jasad dan Eben dari Burgerkill sebagai persembahan untuk Eben karena dia berulang-tahun. Kebanyakan orang tidak menyangka lagu seperti "Program Party Seringai" dan  "Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)" yang sangat mereka nikmati sebagai Serigala Militia bakal menjadi penutup rangkaian acara Sonic Fair 2017.

Mana Rings of Saturn dan Devourment? Lupakan saja mereka jika kamu datang menjelang malam seperti saya. Mereka sudah tampil sekitar jam 4. Seharusnya mereka tampil setelah Revenge The Fate, tapi mereka malah tidak tampil di panggung utama. Ketidakjelasan siapa-siapa yang tampil di black stage dan main stage sepertinya cukup membuat pengunjung kebingungan. Terlebih, sebelum hari-H, beredar rundown dengan versi berbeda dengan apa yang ada di venue. Entah itu hoax atau bagaimana, bisa jadi panitia mengatur ulang jadwal untuk menyesuaikan dengan batas penyelenggaraan acara dari pihak venue. Berikut adalah rundown resmi yang ada di venue.


Dan begitulah. Acara Sonic Fair 2017 berakhir sekitar jam 20.00. Secara keseluruhan, rangkaian acara Sonic Fair terkesan terburu-buru. Nuansa konser yang seharusnya menyenangkan pun terasa janggal. Tapi perlu diingat, panitia pun sudah berusaha keras mengakali sampai benar-benar terlaksana dan berlangsung cukup tertib. Semoga tahun depan Sonic Fair bisa lebih baik lagi. Cheers.

Image source: okmusic.jp. Earlier this year I got more exposure on visual kei covers, namely from V-Rock compilations. It started out...

Image source: okmusic.jp.

Earlier this year I got more exposure on visual kei covers, namely from V-Rock compilations. It started out with Diaura’s Endless Loop I listened in 2015. I did not pay attention much to it at first, but it turned out it’s originally an anime soundtrack. And, whoa, I found out that there is more than just one V-Rock compilation.

Here is the list of albums that I managed to get access to, starting with the Crush! series which have been compiled and released in a 3-disc Crush! Box -90's V-Rock Best Hit Cover Songs- and other V-Rock compilations known to date. The bold ones are my personal favorites. If available, they’re also linked to YouTube for a listen.

Image source: amazon.com

Crush! -90's V-Rock Best Hit Cover Songs-

Tracklist
========
1. heidi. – (hide with Spread Beaver - ピンク スパイダー (Pink Spider))
2. –ドレミ團 (doremidan) – (SOPHIA – Machi)
3. BugLug – (SHAZNA - Melty Love)
4. NoGoD – (SIAM SHADE - 1/3 No Junjou Na Kanjou)
5. D – (MALICE MIZER - Gekka No Yasouyoku)
6. Lolita23q – (LUNA SEA - Storm)
7. 摩天楼オペラ (Matenrou Opera) – (X JAPAN - 紅 (Kurenai))
8. DaizyStripper – (La'cryma Christi - With-you)
9. 12012 – (GLAY - Winter, Again)
10. AND – (Penicillin - Romance)
11. Mix Speaker's,Inc. – (CASCADE - S.O.S Romantic)
12. Lost Ash – (D-Shade - Endless Love)
13. MERRY – (DIR EN GREY - Schweinの椅子)
14. DuelJewel – (Buck-Tick - Jupiter)
15. Dog In The Parallel World Orchestra – (Raphael - Yume Yori Suteki Na)

Label               : Nayutawave Records
Released          : 26 Jan 2011‎

Image source: littleoslo.com

Crush! 2 -90's V-Rock Best Hit Cover Songs-

Tracklist
========
1. Aoi – (GACKT - Mizerable)
2. Annie's Black – (SOPHIA - Gokigen tori〜crawler is crazy〜)
3. ADAPTER。 – (CASCADE - FLOWERS OF ROMANCE)
4. R-Shitei – (DIR EN GREY - Yurameki)
5. amber gris – (LUNA SEA - SHINE)
6. -OZ-  – (Rouage - Shiroi yami)
7. GUILD – (SIAM SHADE - Gureisharu LOVE)
8. Chemical Pictures – (THE YELLOW MONKEY – JAM)
9. ZUCK – (Kawamura Ryuuichi – BEAT)
10. 9GOATS BLACK OUT – (BUCK-TICK - Mirai kuro)
11. ν[NEU] – (T.M.Revolution - HOT LIMIT)
12. Hana shounen baddies – (PIERROT - Kumo no ito)
13. HERO – (GLAY - Yuuwaku)
14. Blu-BiLLioN – (La'cryma Christi - Mirai kuro)
15. Megamasso – (hide with Spread Beaver - ROCKET DIVE)
16. Moran – (MALICE MIZER - ILLUMINATI)

Label               : Nayutawave Records
Released          : 23 Nov 2011‎

Image source: priceminister.com

Crush! 3 -90's V-Rock Best Hit Cover LOVE Songs-

Tracklist
========
1. CRASH 49 – (GLAY - Kanojo No Modern)
2. 宇宙戦隊NOIZ – (Kyousuke Himuro - Kiss Me)
3. defspiral – (LUNA SEA - Rosier)
4. DIV – (T.M. REVOLUTION - White Breath)      
5. AYABIE – (Moonchild - Escape) 
6. 犬神サーカス団 (Inugami Circus Dan) – (X JAPAN - Rusty Nail)
7. Alsdead – (Sex Machineguns - Illusion City)
8. 凛 – (Rouage - Insomnia)
9. Kaya (LAPUTA - Yurenagara)     
10. Sarshi (from HERO) – (CHISATO - Venus)
11. Kameleo – (Sharam Q - Zurii Onna)        
12. Mejibray – (DIR EN GREY - Cage)
13. Makoto (ex-doremidan) – (SOPHIA - Eternal Flame)    
14. Scarlett – (hide with Spread Beaver - Hurry Go Round)

Label               : Nayutawave Records
Released          : 27 Jun 2012

Image source: naritakeiichi.blogspot.co.id

Vocaloid x V-Rock Collection

Tracklist
========
1. ADAPTER。- (Gin Saku - Iroha Uta)
2. Wizard – (Mitchie M - FREELY TOMORROW)
3. ZUCK – (Nem - Yume Kui Shirokuro Bug)
4. Lolita23q – (AVTechNO! - DYE)
5. ZORO – (Kuro UsaP - Senbonzakura)
6. Dynamite Marilyn – (halyosy - Fire◎Flower)
7. DIAURA – (Yuyoyuppe - Lost Story)
8. Dolly – (otetsu - Carnival)
9. Hana Shounen Baddies – (40㍍P - Torinoko City)
10. MEJIBRAY – (鬱P - Gaichuu)
11. LOST ASH – (164 - Ama no Jaku)

Label               : Farm Records
Released          : 9 Oct 2012

Image Source: cdjapan.co.jp.

Counteraction -V-Rock Covered Visual Anime Songs Compilation-

Tracklist
========
1. NoGoD – (T.M.Revolution - Invoke) [Mobile Suit Gundam SEED]
2. Guild – (Nightmare - The World) [Death Note]
3. AND – (hide with Spread Beaver - Rocket Dive) [AWOL -Absent With-Out Leave-]
4. DaizyStripper – (SID - Monochrome No Kiss) [Kuroshitsuji]
5. ν[NEU] – (GLAY - Manatsu No Tobira) [Yamato Takeru]
6. Diaura – (Rouage - Endless Loop) [Legend of Basara]
7. HERO – (GACKT - Lu:na) [New Fist of the North Star]
8. Fest Vainqueur – (Siam Shade - 1/3 No Junjou Na Kanjou) [Rurouni Kenshin]
9. EVE – (LM.C - 88) [Katekyou Hitman REBORN!]
10. AYABIE – (Λucifer - Datenshi Blue) [KAIKAN Phrase]
11. -OZ- – (Pierrot - Haruka...) [Kamikaze Kaitou Jeanne]
12. Jui – (Penicillin - Romance) [Sexy Commando Gaiden Sugoiyo!! Masaru-san]
13. 宇宙戦隊NOIZ – (Golden Bomber - 僕クエスト) [Yu-Gi-Oh! ZEXAL]
14. AWOI – (X Japan - Forever Love) [X]

Label               : FlyingStar Records
Released          : 23 May 2012

Image source: tokyohive.com

V-Rock Disney

Tracklist
========
1. Nightmare - The Sorcerer's Apprentice (Fantasia)
2. Nightmare - Friend Like Me (Aladdin)
3. Kawamura Ryuichi - Beauty and the Beast (Beauty and the Beast)
4. PENICILLIN - Hawaiian Roller Coaster Ride (Lilo & Stich)
5. Plastic Tree - Chim Chim Cheree (Mary Poppins’)
6. Sadie - This is Halloween (The Nightmare Before Christmas)
7. Aoi - Can You Feel the Love Tonight (The Lion King)
8. THE KIDDIE – Supercalifragilisticexpialidocious (Mary Poppins’)
9. NINJAMAN JAPAN - When You Wish Upon a Star (Pinnochio)
10. CASCADE - Heigh-Ho (Snow White and the Seven Dwarves)
11. DASEIN - You'll be in My Heart (Tarzan)

Label               : Walt Disney Records
Released          : 14 Oct 2011

That is all for now. Please let me know if I miss anything V-Rock from the list. There are more visual kei albums I finally got, so I decided to break the Weekly Playlist of visual kei covers into two parts. The next part consists of visual kei anime soundtrack and tribute album covers. See you in part 2!

Jika kamu cukup terbaharui dalam hal musik arus umum di tahun 2017 ini, kamu mungkin sudah mendengar bahwa Paramore merilis album After...


Jika kamu cukup terbaharui dalam hal musik arus umum di tahun 2017 ini, kamu mungkin sudah mendengar bahwa Paramore merilis album After Laughter. Album ini adalah album studio kelima yang mereka rilis. Kembalinya drummer Zac Farro tentunya membawa angin segar bagi Paramore. Namun yang lebih mengejutkan adalah keputusan mereka untuk berangkat dari aliran pop punk dan alternative rock menuju synth-pop bernuansa new wave.

Tidak jarang perubahan haluan pada musikalitas band mendapat mixed reception dari fans lama. Single teranyar Paramore berjudul Hard Times pun menjadi buah bibir atas perubahan genrenya. Apalagi, penampilan sang frontwoman Hayley Williams pun ikut berubah. Single kedua mereka dari After Laughter yang berjudul Told You So juga tidak kalah jadi perbincangan.

Pro dan kontra terjadi di antara fans yang menginginkan Paramore kembali ke genre asal mereka dan para kritik yang malah mengapresiasi After Laughter sebagai angin segar, terutama dengan single Hard Times yang dianggap membangkitkan 'spirit' new wave 80-an. Disinyalir, Zac Farro-lah yang banyak memengaruhi single-single Paramore ini dengan tabuhan drumnya yang kini khas new wave.

Bagaimanapun, adalah hak Paramore sebagai band untuk mengeksplor musikalitas mereka. Setidaknya, tidak seperti band lain tertentu yang malah terasa asing dan aneh terdengar. Perubahan haluan mereka justru masih bisa dinikmati sebagai 'Paramore' dengan kemasan baru.

Nah, untuk fans lama, ada setidaknya dua cover lagu Hard Times di bawah ini yang seolah 'mengembalikan' Paramore ke genre lama mereka. 

1. Halocene


Lagunya khas dengan genre alternative rock dalam balutan pop, bukan? Paduan drum dan gitar membuat lagu ini cukup menghentak. Apalagi vokalnya hampir semerdu Hayley Williams. Halocene sebagai band yang sering meng-cover lagu kekinian memang sudah tidak diragukan lagi kualitas musiknya. Saking produktifnya mereka, lagu-lagu pilihan cover mereka sangat terbaharui. Terkadang baru dua hari sebuah single dirilis secara resmi oleh artis aslinya, Halocene sudah merilis hasil cover mereka dalam satu atau dua hari saja.


2. TeraBrite


Selain kentara dengan pop punk, lagu versi TeraBrite ini dipersenjatai dengan efek-efek gitar djent yang lebih berat. Melodinya pun seakan membawa lagu ini ke arah lain, arah yang lebih agresif sehingga Hard Times terasa benar-benar keras. Hasilnya sangat brilian. Kamu bahkan bisa sedikit headbang di beberapa bagian lagunya. Acapkali pilihan lagu TeraBrite dan Halocene untuk dicover pun sama kalau kalian rajin memantengi saluran YouTube mereka. Anggap saja TeraBrite adalah versi sedikit lebih keras dari Halocene. Namun tentunya, mereka memiliki aransemen unik tersendiri.

3. Social Repose


Akhirnya kita sampai pada Social Repose. Musisi yang dijuluki Mother Moth ini mengerahkan vokal serak uniknya dalam Hard Times versinya. Keistimewaan vokalnya teramplifikasi dengan baik pada render acapella andalannya. Sebagai bonus, kalian juga bisa sedikit tertawa saat melihat tingkahnya di sudut kanan bawah videonya.

4. Haley Kinkhammer


Memang, Social Repose menang dalam hal acapella yang minimalis. Tapi Haley Kinkhammer juga punya cara sendiri untuk mendefinisikan Hard Times minimalis. Ia menggabungkan sample bunyi-bunyi sederhana disertai loop untuk mengantarnya dalam menyajikan cover ini. Hasilnya, perpaduan vokal dan bunyi tersebut memberi kesan menyenangkan dan bersahabat.

Itulah 4 cover Hard Times Paramore yang patut kamu dengarkan. Bagaimana? Cover mana yang jadi favoritmu? Beri tahu di komentar jika ada lagi cover yang menututmu patut untuk dimasukkan ke dalam daftar ini. See ya!

Tahun 2016 sempat terdengar desas-desus bahwa My Chemical Romance akan kembali bersatu dalam sebuah band. Hal ini praktis memancing bera...


Tahun 2016 sempat terdengar desas-desus bahwa My Chemical Romance akan kembali bersatu dalam sebuah band. Hal ini praktis memancing beragam spekulasi dan ekspektasi dari fans. Meski kabar itu ternyata hanya 'candaan' dari representatif My Chemical Romance dalam rangka perilisan ulang album The Black Parade, ini membuktikan bahwa bahkan sampai sekarang masih banyak yang berharap My Chemical Romance tampil kembali sebagai suatu kesatuan.

Tidak dapat dipungkitri, kehadiran band bernama My Chemical Romance (MCR) berhasil mendefiniskan emo ke pada dunia. Meski pergerakan musik emo dimulai dari band-band seperti Rites of Spring dan Fugazi di tahun 90-an, emo secara gaya hidup dibangkitkan oleh band-band bernuansa kelam dan dipadukan dengan unsur horror. My Chemical Romance merupakan salah satu dari mereka yang benar-benar menjadi trendsetter gaya hidup emo, baik itu dari segi musik yang disajikan dan pakaian yang dikenakan.

Di samping kesuksesannya, banyak yang menyayangkan padamnya api emo yang dielu-elukan oleh banyak fans harus hilang dengan disband-nya My Chemical Romance. Album terakhirnya, "Danger Days", yang dianggap terlalu konseptual dan berkiblat pada filem Blade Runner menuai mixed review sejak mereka merilis single "Na Na Na". Akhirnya mereka bubar setelah sempat menelurkan beberapa single di tahun 2013.

Biarpun begitu, beberapa lagu andalan MCR yang berhasil menanamkan lasting impression di benak para pendengarnya tetap sering terdengar dimainkan sampai sekarang.

Namun, apa jadinya jika lagu-lagu tersebut 'digabung' dengan lagu lain? Apakah akan terdengar seasyik dahulu? Berikut adalah beberapa mashup terbaik yang mungkin saja dapat memberikan perspektif baru pada penggemar MCR mengenai lagu-lagu andalan mereka.

Kebanyakan video di bawah diunggah oleh InanimateMashups. Ia juga berusaha membuat sebuah album mashup yang terdiri dari lagu-lagu My Chemical Romance di album The Black Parade dengan lagu lain. Sayangnya, tidak semua mashupnya terasa pas. Jadi hanya beberapa saja yang dicantumkan di sini.

1. Dead Misery!


2. Dead Misery 2.0



Hei. Bukankah ini brilian? Dua mashup di atas benar-benar terdengar seakan Paramore dan My Chemical Romance bertukar lagu. Pada satu bagian bahkan dapat terdengar suara Gerard Way. Solo gitar dari Misery Business-nya Paramore pun ikut ditambahkan. Di lagu Dead Misery! memang tempo vokalnya dinaikkan untuk mengimbangi lagu Dead dari MCR yang cepat. Setidaknya, pembawaannya tidak menabrak chord progression yang ada.

Di Dead Misery 2.0 malah timing solo gitarnya terbilang unik dalam membangun lagu. Tempo vokalnya lebih stabil. Kesan ceria bisa didapatkan saat Gerard Way bernyanyi, "lalalalalala". Keduanya menghasilkan lagu yang bersemangat dalam ciri khas vokal Gerard Way dan Hayley Williams.

3. Brick By Dead! Boring Brick


Lagu ini tidak boleh ketinggalan. Kalau di Dead Misery! tempo vokalnya terasa sekali dipercepatnya, di lagu ini lebih stabil. Di samping itu, mashup yang diunggah Sweetsugarhoney mempunyai kualitas mix yang lebih baik daripada Dead Misery!

4. Helena Baby


5. Helena Baby 2.0


Adapun beberapa mashup terdengar lucu seperti Helena Baby dan Helena Baby 2.0 di atas ini. Beberapa komentar di videonya menunjukkan bahwa tidak sedikit penggemar yang merasa janggal dengan mashup ini, tetapi tetap menyukainya entah mengapa. Ada pula yang menganggap ini adalah tindakan durhaka karena menggabungkan lagu MCR dan Justin Beiber yang notabene berada di arus tengah dengan musik yang lebih pop. Bayangkan saja jika MCR sebuah boyband dan Justin Beiber sedikit pindah haluan menjadi rock star, sembari masih mempertahan cara bernyanyinya yang santai.


6. Photograph of Helena


Masih berkaitan dengan pop, mashup ini menggabungkan lagu Photograph milik Ed Sheeran dan Helena. Meski tempo vokalnya mesti dipercepat untuk menyesuaikan dengan instrumentalnya, lagu ini menghadirkan nuansa baru dalam hal vokal latar yang terdengar lebih menonjol, semata karena instrumentalnya lebih minimalis ketimbang musik pengiring Helena originalnya.


7. Disenchanted Effort


Di lagu ini MCR dihadapkan dengan Pink! Alih-alih mendayu-dayu seperti di versi original Disenchanted, lagu ini menghadirkan semangat kekinian dengan unsur musik elektronik seperlunya, dengan takaran yang sangat pas dan diramu dengan rapi.


8. Famous Last Trees


Mungkin judul lagu ini terdengar aneh jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Pohon-Pohon Beken Terakhir? Yang benar saja. Masih dalam nuansa pop elektronik minimalis, perpaduan twenty one pilots dan MCR ini menghadirkan synth yang menyerbu digabungkan dengan beberapa modifikasi vokal berupa echo. Timing-nya pun jadi sangat pas seiring berjalannya lagu.


9. How True Friends Disappear


Mari berangkat ke arah musik yang lebih keras. Kali ini MCR seakan berkolaborasi langsung dengan BMTH dalam satu panggung. Intro awal yang extended mendramatisir lagu ini dengan baik. Hasilnya, atmosfir yang dibangun lagu ini sangat kuat, menyajikan tema masing-masing lagu originalnya yang bersinambungan,.


10. The Kill + This Is How I Disappear


Bisa dibilang, ini adalah salah satu magnum opus mashup MCR yang pernah ada. MCR dan 30 Seconds to Mars? Ini seperti mimpi menjadi nyata, mengingat akar genre mereka serupa. Meski tidak sekeras mashup dengan BMTH, dan diisi oleh vokal Jared Leto yang temponya dipercepat, lagu ini tidak kalah memberi semangat yang menggebu-gebu pada pada pendengarnya. Di tengah-tengah lagu juga ada semacam surprise bagi mereka, yang bisa jadi sama sekali tidak akan terduga.

Demikianlah senarai mashup My Chemical Romance terbaik yang pernah ada. Mana yang jadi favoritmu? Jika kamu punya mashup yang lain yang seharusnya dimasukkan ke senarai ini, pastikan kamu menulisnya di kolom komentar.

This week's playlist deals with the bands who put the name of days in their name. Let's start with Hey Monday! 1. Hey Monda...



This week's playlist deals with the bands who put the name of days in their name. Let's start with Hey Monday!


1. Hey Monday - Candles


Genre: pop rock. It's a way to start your weekday. Keep your spirit up. Actually there are more Hey Monday songs that are more upbeat than this one. But I simply cannot measure the same amount of feels in the others.

2. The Real Tuesday Weld - Last Words


Genre: indie rock. For some reason, listening to this song reminds me of The Temper Trap and other songs used in a travel blog or tourism TV program. It really brings a peaceful nuance although the vocals are quite minimalist. When the vocals start to talk about the "last words", they got some sense of acceptance in there.

3. Colour Me Wednesday - Don't Tell Anyone


Genre: indie pop. This song tells about a secret. Wait, that sounds so wrong. In fact, the singer actually tells the listener not to tell anyone. It's so innocent yet secretive. It reminds me of the Indonesian band La Luna. Their album cover arts are unique too. Some of them have panels like those of comics'.

4. Thursday - This Side of Brightness


Genre: emo. I used to hate Thursday's songs because of the vocals are too bold. It's too high compared to the other instruments, moreover, the singing style is not really enjoyable at some parts of the songs. I don't know, may be it's because of the lo-fi mixing, or because of the screams in general. In turn, I find it hard to love their songs as a whole. This may be the only Thursday's song that I love wholeheartedly. Really love the strings there.


5. Divided by Friday - Relapse


Genre: pop punk. If you're a fan of Fall Out Boy, Mayday Parade, Every Avenue, or even Too Weak To Dance, this song is for you. It's about someone who is ready to move on and refuse to be tangled again by that particular ex. I find it really enjoyable as it incorporates a harmonious mix of piano and guitars overall.

6. Pure Saturday - Kosong


Genre: indie pop. Pure Saturday is an Indonesian indie band formed by Muhammad Suar Nasution (vocals, guitar), Ade Purnama (bass), Aditya "Adhi" Ardinugraha (guitar), Yudistira "Udhi" Ardinugraha (drums) and Arief Hamdani (guitar) in 1994. This song has been their 'key track' since 1996. I've managed to see them live once, it was more than amazing and now I miss them play.

7. Taking Back Sunday - A Decade Under the Influence


Genre: emo. Taking Back Sunday is a band you grow up with if you're an emo scene kid. Their lo-fi very first album is really dope. I used to play TBS alot when I was in high school. And at that time the lyrics always make me wonder. Thanks to youtube and the guy who made the video of Cut without the E so that I can finally understand what the song means. You definitely have to listen to their first three albums. Those are the best so far.

In fact, there are more bands named based on the names of day. Do you know any other band names which are not listed here? Which day is your favorite by far?  Let me know in the comments.

Source: Bandcamp February is just around the corner. This time, I’d like to make a playlist based on the band names which are taken...

Source: Bandcamp


February is just around the corner. This time, I’d like to make a playlist based on the band names which are taken from the name of the months. Let’s start with the first track, Chapter January. 

1.   Chapter January – The Sound of Summer
Genre: pop punk. I’ve always been amazed how a lo-fi record could be more memorable than the more polished ones. And this, is the good kind of lo-fi record.
Other notable artists with January names:
-      January Jaunt – Try
Good post-rock vibes combined with a gloomy alt-rock.
-      January – Careful What You Tell The Sky
Not much to say. Eerie music.
-      Sad January – Frozen Tears
Sadder and eerier than the above.


2.   Tommy February6 - je t'aime ☆ je t'aime DMC
Genre: j-rock/metal. I discovered this song as I browse the Detroit Metal City tribute album. If you’re a fan of the show, you should check out the tribute. Beat Crusader is there too.


3.   March Alive - I Killed My Self to Die for
Genre: deathcore. It’s an old piece. Really. Listened to this back in the days when I started college. They are Indonesian by the way. Unfortunately I don't have any youtube link for this one.

4.   Dead by April – As a Butterfly
Genre: post-hardcore/electronicore. I think the melodies are easy to follow. It’s much like Coldplay mixed together with and other generic electronicore bands. It’s nice tho.
Other notable artists with April names:
-      Last Days Of April – The Artist
Released as the first track of “Sea of Cloud” album in 2015, it’s a catchy indie/country song.


5.   Memphis May Fire – Miles Away (feat. Kellin Quinn)
Genre: rock. It’s actually kinda difficult to search for a band which has the name May on it because it often does not refer to the actual month. So I just pick this. Mayday Parade may be suitable to represent the actual month but it has ‘-day’ attached to it. Other band which has May on it is Miss May I.


6.   JUNE – Baby It’s You
Genre: R&B. If you’re into BLEACH, you must have listened to this song since it’s the second ED. It’s funky. Other artist with the name June in it is Death in June.


7.   Texas in July – 1000 Lies
Genre: metalcore/hardcore. I am amazed at the mix of hardcore drums and the guitar melodies following. They remind me of DragonForce, but way more aggressive with the mid-pitched scream vocals.


8.   August Burns Red – Provision
Genre: hardcore/metalcore. Yes, I switched the genre order for this one compared to the previous one. I am not a fan of the scream vocals, Texas in July do better screams in this case. But it’s heavier and longer. It’s still worth listening, nevertheless. I also found Augustana as a band which takes August in it. They sound pop rock.


9.   September Malevolence – On Our Own
Genre: post-rock. This song depicts solitary moments gracefully. You should listen to it alone in a room for maximum effects. It’s a great post-rock piece.


10.  Blue October – The Worry List
Genre: post-rock. Here’s my own interpretation of this song: The Worry List tells about a man who wants to stand up on his own after his marriage fell apart. He finally embraces religious belief closer to him and decides to move back to his hometown: Texas. In the end, he asks his ex-wife to take him out of the worry list because he already has faith to stand up on his own.  It’s just beautiful.


11.   The Early November – Five Years
Genre: emo. I wrote chords for this song. It was for this blog’s fifth blogaversary. It’s a lo-fi record. But it slays for an emo song. The patterns are easy to follow and it sounds light. Other ‘November bands’ I’ve managed to find are:
-      November – Mount Everest
-      November Növelet – Magic
-      November Doom – Autumn Reflection


12.  The Decemberists - The Mariner's Revenge Song
Genre: folk. This song takes you back to the past, where folk stories are told by the bards. The Decemberists actually has some songs which are dedicated to most months of the year. Another band which has December on it is Decemberadio. It’s a classic rock band.